Contoh analisis jabatan

Pendahuluan
Analisis Jabatan adalah suatu studi yang secara sistematis dan teratur mengumpulkan semua informasi dan fakta yang behubungan dengan suatu jabatan. Analisa jabatan adalah sebuah proses untuk memahami suatu jabatan dan kemudian menyadurnya ke dalam format yang memungkinkan orang lain untuk mengerti tentang jabatan tersebut. Ada 3 tahap penting dalam proses analisis jabatan, yaitu (1) mengumpulkan informasi, (2) menganalisis dan mengelola informasi jabatan, dan (3) menyusun informasi jabatan dalam suatu format yang baku. Analisis jabatan penting dilakukan untuk meningkatkan prestasi pekerjaan dan untuk menemukan permasalaahn-permasalahan yang dihadapi oleh sesorang dalam bekerja dalam hubungan pekerjaan.
Dan untuk melakukan analisis jabatan diperlukan prinsip-prinsip agar analisis yang dilakukan dapat berjalan dengan baik dan sesuai dengan harapan yang diinginkan.

Format baku
  • Nama Jabatan : Nama jabatan dalam analisis jabatan ini adalah : Bidan
  • Jenis Pekerjaan : Jenis pekerjaan yang dilakukan yakni Persalinan, Pelayanan KB, Imunisasi, Peningkatan Gizi Balita, Penyuluhan, dan lain-lain.
  • Standar Prestasi Kerja : Mampu melaksanakan pekerjaan dengan maksimal dan tidak melanggar kode etik pekerjaan, serta dapat memberikan pelayanan yang baik bagi pasien. Selain itu seorang Bidan juga dituntut untuk terampil dalam menggunakan peralatan-peralatan kesehatan
  • Lingkungan Pekerjaan : Lingkungan pekerjaan dari seorang bidan yakni Dinas Kesehatan, Rumah Sakit, Klinik Bersalin, Puskesmas, Pusat Kesehatan Desa, Posyandu, Rumah Pribadi.
  • Tempat kerja : Didalam Gedung : 90% ; Diluar gedung : 10%
  • Sarana Dan Prasarana Pekerjaan : Sarana dan prasarana dalam bekerja yakni : Kursi, Meja, Tempat tidur pasien, Komputer, Printer, ATK, Telpon, Alat kesehatan lainnya, mobil ambulance, kenderaan roda dua, dll.
  • Pendidikan dan Keahlian Yang Dituntut : Untuk menjadi bidan maka seseorang harus menempuh pendidikan di Akademi Kebidanan. Keahlian yang dituntut yakni dapat menguasai dan menggunakan alat kesehatan dengan baik, serta menguasai teknik persalinan.
  • Status Pekerjaan : Status Pekerjaan PNS
  • Resiko Pekerjaan : Setiap Pekerjaan memiliki resiko begitu pula dengan bekerja sebagai seorang bidan yang berkecimpung didunia pelayanan kesehatan. Resiko yang ditimbulkan jika terjadi kesalahan maka akan berakibat pada maal praktek.
  • Waktu Kerja : Bidan bekerja di Puskesmas dengan jam kerjanya sebagai berikut :
  1.  Senin-kamis : 08.000-14.00
  2. Jum’at : 08.00-11.00
  3. Sabtu : 08-14.00 Selain itu ada juga jam-jam tambahan dimana pasien datang langsung kerumah Bidan.
j. Penghasilan
Penghasilan perbulan dari gaji pokok bidan yang menjadi narasumber adalah Rp. 1.300.000,00 disamping itu bidan juga memperoleh pendapatan lain selain dari pemerintah yaitu dari hasil praktek mandiri yang dibuka dirumah.
k. Pelatihan Pekerjaan
Pelatihan dalam dunia pekerjaan adalah salah satu upaya yang dilakukan oleh instansi terkait untuk meningkatkan kualitas pekerjaan. Bekerja sebagai Bidan juga diberikan pelatihan.
Pelatihan-pelatihan yang diberikan kepada Bidan yakni : Pelatihan Bayi Berat Lahir Rendah, Aspiksia, Asuh Sayang Ibu, Puskesdes.
l. Kenaikan Pangkat
Masa kenaikan pangkat 4 tahun, diusulkan 6 bulan terahkir masa kenaikan pangkat. Seseorang yang akan mengajukan kenaiakan pangkat yakni sesorang yang tidak pernah melanggar hukum/disiplin kerja, dan dinilai oleh DPP (Daf Penilaiian Pekerjaan Personil) didalamnya ada kepemimpinan, ketataan, disiplin, tanggung jawab, prestasi dan kemampuan ( Kenaikan pangkat regular).
Selain itu ada juga kenaikan pangkat yang diberikan karena prestasinya luar biasa misalnya di Polri bisa menangkap Terorisme maka orang tersebut dinaikkan pangkatanya. Pangkat naasumber dalam analisis jabatan ini adalah golongan II C
m. Kesehatan Dan Keselamatan Kerja
Dalam menjalanakan pekerjaan sehari-hari keselamatan kerja bidan sangat diperhatikan, dimana bidan mendapatkan asuransi kerja. Dalam melakukan pengobatan atau praktek terhadap pasien bidan diwajibkan memakai seragam dan alat-alat yang aman.
n. Kaitan Pekerjaan Dengan Pekerjaan Lain
Bekerja sebagai seorang bidan bukan berarti hanya membantu persalinan saja namun pekerjaan sebagai seorang bidan juga berhubungan dengan pekerjaan lain seperti, Dokter, Perawat, Ahli Gizi, dan bidang pekerjaan lainnya.
Pekerjaan sebagai seorang dokter berhubungan juga dengan bidan dimana ilmu dari kedokteran disumbangakn untuk kebidanan, dan apabila persalinan seseorang tidak tertolongkan oleh bidan maka yang turun tangan adalah dokter untuk membantu suatu persalinan. Begitu juga dengan perawat, tidak mungkin seorang bidan mampu melakukan pekerjaan sekaligus dari membantu persalinan pasien sampai merawat pasien tentunya hal ini membutuhkan tambahan tenaga kerja lain yakni dari orang yang bekerja sebagai perawat.
Setiap pekerjaan mempunyai hubungan karena unttuk mencapai hasil yang bagus maka dibutuhkan kerjasama dan ini juga sesuai dengan kodrat manusia sebagai mahkluk sosial yang membutuhkan bantuan orang lain dalam melakukan sesuatu.
o. Prospek Pekerjaan
Prospek kerja sebagai seorang bidan sangat menjanjikan dimana selain bekerja sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) bidan juga mendapat izin membuka praktek pribadi dirumahnya dan ini sangat menguntungkan bidan, selain itu bidan juga bisa membuka klinik Bersalin.

1 komentar:

  1. Catatan Arie mengatakan...

    Identitas Jabatan
    2. Maksud Jabatan
    3. Tanggungjawab Utama
    4. Detail Tugas
    5. Hubungan dengan Dalam dan Luar Organisasi
    6. Wewenang
    7. Persyaratan Jabatan
    8. Struktur Organisasi
    9. Pengesahan

Poskan Komentar